April 14, 2021 By fwse.info 0

Ini Metode Pendaftaran Merek ke Luar Negara Melalui Protokol Madrid

Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual( DJKI) Departemen Hukum serta Hak Asasi Manusia( Kemenkum HAM) berupaya mensosialisasikan protokol Madrid ke bermacam susunan warga.

Perihal ini dicoba sebab semenjak Indonesia mengakses protokol Madrid pada 2 Oktober 2017, masih banyak warga yang belum menguasai metode mendaftarkan mereknya ke luar negara lewat protokol Madrid.

Direktur Kerja Sama serta Pemberdayaan Kekayaan Intelektual Molan Karim Tarigan berkata kalau semenjak DJKI menerima permohonan pada Januari 2018, jumlah permohonan merk dari Indonesia yang didaftarkan lewat protokol Madrid masih sedikit pendaftaran merek .

” Hingga dikala ini jumlah yang tercatat baru 14 permohonan merk, sebaliknya permohonan merk yang berasal dari luar negara yang masuk ke Indonesia lumayan banyak,” ucap Molan dalam penjelasan tertulis, Jumat( 20/ 7/ 2018).

Oleh sebab itu beberapa upaya ditempuh, salah satunya dengan menggelar sosialisasi di registrasi merk interasional Madrid Protocol di Hotel Harris Malang, pada Kamis( 19/ 7).

Molan berharap dengan terdapatnya sosialisasi ini, spesialnya warga kota Malang bisa menggunakan protokol Madrid buat melindungi mereknya tidak cuma di dalam negara namun meluas sampai ke luar negara.

Selaku data, protokol Madrid merupakan fasilitas yang mempermudah merk buat memperoleh legalitas serta proteksi di banyak negeri. Dengan jadi anggota protokol Madrid, Indonesia diharapkan dapat lebih gampang dalam mendaftarkan merk secara internasional ke banyak negeri.

Prosedur Permohonan Merk Internasional

Terdapat ketentuan yang butuh dikenal oleh pemohon saat sebelum mengajukan merk internasionalnya, di antara lain merupakan pemohon telah mempunyai merk terdaftar di DJKI ataupun lagi dalam pengajuan permohonan registrasi.

Setelah itu, pemohon merupakan masyarakat negeri Indonesia, ataupun pemohon yang mempunyai dosmisili/ tempat peran di Indonesia, kemudian pemohon pula mempunyai aktivitas usaha industri/ komersial yang nyata di Indonesia.

Sehabis ketentuan itu terpenuhi, berikutnya pemohon mengisi formulir MM2 dalam bahasa Inggris, yang mana formulir tersebut bisa diunduh di http:// www. dgip. go. id/ prosedur- pendaftaran- madrid- protocol, ataupun http:// www. wipo. int/ madrid/ en/ forms/.

Nantinya berkas tersebut hendak dikirimkan ke Biro Internasional di Jenewa, Swiss. Bagi Pemeriksa Merk, Irnie Mela Yusnita berkata, dalam mengisi formulir MM2, pengisian informasinya wajib cocok dengan informasi pada pengajuan permohonan merk nasional, ataupun biasa diucap basic application.

” Kantor KI hendak melaksanakan verifikasi terhadap formulir MM2 ini, kalau tiap data- data yang diisi dalam formulir MM2 itu wajib cocok dengan basic aplikasinya,” ucap Irnie.

Sehabis lulus verifikasi serta berkas dinyatakan lengkap, hingga DJKI hendak mengirimkan formulir MM2 tersebut ke Biro Internasional yang dikelola oleh World Intellectual Property Organization( WIPO). Berikutnya, Biro Internasional hendak mengirimkan berkas MM2 tersebut ke negara- negara yang dituju.

Baca Juga : Pakar Kritik Satgas Hak Tagih BLBI: Tunjuk Saja Debt Collector

Bayaran Permohonan Merk Internasional

Tidak hanya bayaran administrasi yang butuh dibayarkan kepada DJKI, pemohon merk internasional hendak dikenakan bayaran yang wajib dibayarkan secara langsung kepada Biro Internasional, berbentuk basic fee senilai 653 Swiss Franc( CHF), serta bayaran Individual fee yang mana nominal bayaran tersebut bergantung negeri tujuan.

” Buat memudahkan dalam memperkirakan bayaran yang dikeluarkan, pemohon bisa menghitungnya memakai fee calculation yang bisa diakses di http:// www. wipo. int/ madrid/ feecalc/ FirstStep serta bayaran yang tertuang tersebut merupakan bayaran formal dari WIPO,” ucap Analis Permohonan Kekayaan Intelektual, Erick Christian Fabrian Siagian.