March 25, 2021 By fwse.info 0

JNE: Tantangan Pelakon UMKM merupakan Bayaran Logistik yang Mahal

Sistem logistik Tanah Air masih jadi salah satu PR yang wajib lekas dibereskan pemerintah.

Alasannya, bayaran logistik dikala ini menyumbang dekat 20 persen hingga 30 persen dari produk dalam negeri bruto( PDB).

Vice President of Marketing JNE Eri Palgunadi mengakui, bayaran logistik Tanah Air sampai kekinian terbilang cukup mahal.

Eri memngungkapkan permasalahan itu dalam webinar Menyesuaikan diri serta Teknologi, Liat UMKM Lokal Tumbuh di Tengah Pandemi,

yang diselenggarakan Suara. com, Jumat( 19/ 3/ 2021) cek resi standard express

” Jadi terdapat suatu anekdot di Indonesia, jika ingin kirim itu, bayaran logistik dekat 20 hingga 30 persen serta bukan yang paling murah,” kata Eri.

Eri mengakui, keadaan letak geografis daerah- daerah Indonesia jadi salah satu aspek mahalnya bayaran logistik.

Topografi kepulauan dan infrastruktur yang belum mencukupi, jadi salah satu hambatan utamanya.

” Kita tidak dapat bandingkan keadaan Indonesia dengan Amerika Serikat ataupun Malaysia, bisa jadi jika kita kirim benda, di situ keadaan jauh lebih baik. Kita baru dapat bandingkan dengan Filipina,” katanya.

Ia berkata, Filipina dengan keadaan letak geografis yang nyaris sama dengan Indonesia, mempunyai tantangan logistik yang sebanding.

” Jika memandang Indonesia, sesungguhnya yang sangat mirip merupakan dengan Filipina. Dibanding daerah utara, pembangunan bisa jadi lebih maju dibanding daerah selatan. Sedangkan di Indonesia kan bisa jadi daerah barat saja, sebaliknya timur masih jadi tantangan,” katanya.

Makanya tidak heran gempar pengiriman benda impor, sebab bayaran yang diperlukan lebih murah dibanding kirim ke daerah timur Indonesia.

” Inilah mengapa beberapa barang kreatif dari timur tidak sanggup bersaing secara harga, sebab bayaran pengiriman jauh lebih mahal dibanding benda impor,” ucapnya.

Baca Juga : Kesempatan serta Hambatan Mobil Listrik di Indonesia, Erick Thohir: PLN On- Track

Buat itu, kata ia, PR pemerintah ke depan merupakan gimana menghasilkan sistem logistik yang jauh lebih efektif.

Triknya, membangun beberapa infrastruktur yang lebih mencukupi, sehingga beberapa barang kreatif buatan UMKM dalam negara dapat jauh lebih bersaing soal harga.

” Inilah jadi PR kita bersama, gimana distribusi memberikan

perkembangan untuk UMKM,” kata ia.